HMP PIAUD INKADHA Bahas Konsep Pelatihan APE Kreatif dalam Kegiatan Temu Sapa

SUMENEP — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMP PIAUD) Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep menggelar kegiatan Temu Sapa pada Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini berlangsung di Tanean Cafe, Sumenep, dan dikemas dalam suasana santai serta penuh keakraban.
Mengusung konsep “Ngobrol & Sharing Bareng Pengurus HMP PIAUD”, Temu Sapa menjadi forum internal pengurus untuk membahas penyusunan kepanitiaan sekaligus mematangkan konsep kegiatan Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) dari bahan bekas yang direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Dalam forum tersebut, pengurus HMP PIAUD secara aktif berdiskusi terkait pembagian tugas, konsep pelatihan, hingga teknis pelaksanaan kegiatan agar program yang dirancang dapat berjalan secara terarah dan optimal. Pelatihan APE dari bahan bekas ini diharapkan mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif, edukatif, serta ramah lingkungan bagi anak usia dini.
Ketua HMP PIAUD INKADHA, Nadia Roudhatul Jannah, menyampaikan bahwa Temu Sapa menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antar pengurus.
“Temu Sapa ini menjadi ruang diskusi yang santai namun tetap fokus, khususnya dalam menyusun kepanitiaan serta merumuskan konsep Pelatihan Pembuatan APE dari bahan bekas agar pelaksanaannya nanti lebih matang,” ujarnya.

Baca Juga: MENJAGA ALAM MERAWAT JIWA :Himpunan Mahasiswa Psikologi INKADHA Gelar aksi lingkungan

Apresiasi atas kegiatan tersebut turut disampaikan oleh Presiden Mahasiswa INKADHA, Maulana Wildan. Menurutnya, program yang digagas HMP PIAUD menunjukkan upaya konkret mahasiswa dalam menjawab kebutuhan pendidikan anak usia dini yang selaras dengan isu keberlanjutan lingkungan.
“Pelatihan APE dari bahan bekas ini menjadi contoh bagaimana kreativitas mahasiswa dapat melahirkan program edukatif yang relevan, aplikatif, dan berorientasi pada kepedulian lingkungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan Temu Sapa ini, HMP PIAUD INKADHA berharap dapat memperkuat soliditas pengurus sekaligus menghadirkan program pelatihan yang tidak hanya edukatif dan kreatif, tetapi juga mampu mendorong pemanfaatan bahan bekas sebagai media pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan bagi anak usia dini.