PERKUAT TATA KELOLA DAN MUTU AKADEMIK, FEBI INKADHA SUMENEP GELAR BENCHMARKING KE FE UIN MALANG
MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini berfokus pada diskusi strategis terkait penguatan tata kelola kelembagaan, penjaminan mutu akademik, serta pengembangan Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS).
Kunjungan ini disambut hangat oleh pimpinan Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang beserta pengelola Program Studi Manajemen Bisnis Syariah. Kedua belah pihak saling berbagi pengalaman dan praktik baik (best practices) dalam mengelola pendidikan tinggi berbasis keislaman dan tata kelola modern.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh FEBI INKADHA Sumenep. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi Islam dalam meningkatkan standar mutu akademik secara konsisten.
"Sinergi dan keterbukaan antar perguruan tinggi merupakan kunci utama untuk menjawab tantangan tata kelola di era digital. Melalui kunjungan benchmarking ini, kita dapat saling mengisi, memperkuat kurikulum, serta mengoptimalkan sistem penjaminan mutu internal demi mencetak lulusan yang berdaya saing," ujar Dekan FE UIN Maliki Malang.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) INKADHA Sumenep mengungkapkan bahwa keberhasilan tata kelola dan reputasi akademik UIN Maliki Malang menjadi alasan utama pelaksanaan studi banding ini.
"Kami hadir untuk menyerap secara langsung pengalaman tata kelola kelembagaan dan penjaminan mutu yang telah matang di FE UIN Maliki Malang. Harapannya, hasil dari sharing session ini dapat disesuaikan dan diterapkan di lingkungan FEBI INKADHA untuk mempercepat akselerasi kualitas pendidikan akademik kami," ungkap Dekan FEBI INKADHA Sumenep.
Diskusi kemudian berlanjut pada sesi teknis yang melibatkan pengelola Program Studi Manajemen Bisnis Syariah. Pada kesempatan tersebut, dibahas berbagai aspek strategis mulai dari sinkronisasi kurikulum berbasis industri syariah, pengembangan integrasi keilmuan, hingga strategi pelaksanaan Magang Kerja serta sertifikasi kompetensi mahasiswa.
Prodi Manajemen Bisnis Syariah menekankan pentingnya responsivitas kurikulum terhadap dinamika industri keuangan dan bisnis syariah saat ini.
"Program studi tidak hanya dituntut mencetak lulusan yang paham teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis (hard skills) dan karakter (soft skills) yang berlandaskan nilai-nilai syariah. Penguatan tata kelola prodi dan kolaborasi kurikulum seperti ini sangat krusial untuk memastikan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL)," jelas Perwakilan Prodi Manajemen Bisnis Syariah.
Acara penutupan ditandai dengan pertukaran cendera mata serta komitmen kedua lembaga untuk menindaklanjuti pertemuan ini melalui kerja sama konkret, seperti:
Pertukaran Informasi & Dosen: Sharing riset dan publikasi ilmiah di bidang Ekonomi dan Bisnis Islam.
Pengembangan Kurikulum: Pendampingan dan penyelarasan kurikulum prodi Manajemen Bisnis Syariah.
Penguatan Sistem Mutu: Pelatihan audit mutu internal dan tata kelola administrasi akademik.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi akademik dan mendorong pertumbuhan lembaga pendidikan tinggi Islam yang profesional dan bereputasi tinggi.