3 Dosen INKADHA Jalin Riset dan Pengabdian Kolaborasi Internasional di Malaysia

SUMENEP – Tiga dosen Institut Kariman Wirayudha Sumenep (INKADHA), yakni Zainollah, Bayuda Luqman Al-Farisi, dan Ansharul Fuqaha’, melaksanakan riset dan pengabdian kolaborasi internasional di Malaysia bersama akademisi mitra; Abd Hakim dari Universiti Malaya (UM), Kholis dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), dan Misbahul Munir dari Universiti Tenaga Nasional (UNITEN).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata penguatan jejaring akademik sekaligus peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian dosen di lingkungan kampus. Fokus utama riset dan pengabdian dilakukan di lima Sanggar Bimbingan At-Tanzil yang tersebar di Negeri Selangor dan Kuala Lumpur, Malaysia.
Terdapat beberapa program penelitian dan pengabdian kolaborasi yang dijalankan, di antaranya:
• Language Shift from Indonesian to Malay: A Study of Migrant Workers in Malaysia (Riset kolaborasi)
• Pengenalan Etnosains Ragam Tanaman Obat Masyarakat Madura kepada Anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di SB. At-Tanzil, Malaysia (Pengabdian kolaborasi)
• Penguatan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan Bagi Diaspora Indonesia di Malaysia (Pengabdian kolaborasi)
“Kami ingin melihat praktik baik pemenuhan hak pendidikan bagi anak migran dan bagaimana modelnya bisa diadaptasi di Indonesia. Kerja sama dengan Universitas Malaya dan UniSZA memberi perspektif yang lebih komprehensif karena mereka memiliki pengalaman panjang dalam kajian migrasi dan pendidikan lintas budaya,” ujar salah satu dosen INKADHA yang terlibat dalam riset tersebut.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun 2026 Klik Di Sini
Selain pengumpulan data, tim riset juga menggelar diskusi ilmiah bersama peneliti tuan rumah. Diskusi membahas metodologi penelitian kualitatif, tantangan pendidikan bagi kelompok rentan, serta peluang publikasi bersama di jurnal bereputasi nasional dan internasional.
Rektor INKADHA, Zainollah, M.Pd, menegaskan bahwa riset dan pengabdian kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam pemberdayaan masyarakat di lingkup global. “INKADHA tidak hanya berfokus pada pengabdian lokal, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat internasional. Melalui riset dan pengabdian kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa MoU yang telah disepakati dengan mitra luar negeri bukan sekadar hitam di atas putih, melainkan diwujudkan dalam kegiatan nyata yang berdampak. Ini adalah bagian dari strategi internasionalisasi kampus, penguatan identitas kebangsaan, kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus menjaga nilai-nilai kepesantrenan di kancah global,” tegasnya.
Pihak INKADHA menyampaikan bahwa hasil riset ini akan ditindaklanjuti dalam bentuk publikasi nasional dan internasional bereputasi, seminar hasil, serta pengembangan kurikulum berbasis riset. Kerja sama dengan Universitas Malaya dan UniSZA juga diharapkan berlanjut ke program pertukaran dosen dan mahasiswa.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya INKADHA Sumenep untuk meningkatkan rekognisi internasional dan menjawab tantangan global di bidang pendidikan, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai pusat inovasi akademik dan pengabdian masyarakat lintas negara.