Kajian Keteateran, Langkah UKM Rakyat Taresna Kenalkan Seni Budaya kepada Generasi Muda

INKADHA — UKM Rakyat Taresna menggelar Kajian Keteateran di Gedung INKADHA Blok B, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah untuk mengenalkan seni dan budaya lokal kepada generasi muda sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami keteateran tidak hanya sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai bagian dari budaya yang memiliki nilai dan pesan.
Kajian yang dikoordinatori oleh Rifqil Akbar dengan Uswatun Hasanah sebagai moderator tersebut diikuti oleh mahasiswa dan anggota UKM Rakyat Taresna. Kegiatan dimulai pukul 11.00 WIB dan diisi dengan diskusi mengenai keteateran serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Dalam pemaparannya, Rifqil Akbar menyampaikan bahwa keteateran memiliki peran lebih luas daripada sekadar seni pertunjukan. Menurutnya, keteateran dapat menjadi media untuk menyampaikan cerita dan pesan, membangun karakter, sekaligus mengenalkan nilai budaya kepada generasi muda.
“Keteateran bukan hanya tentang bagaimana kita tampil di atas panggung, tetapi bagaimana kita mampu menyampaikan nilai, cerita, dan pesan melalui seni. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk mengenal dan ikut menjaga keberadaan keteateran agar tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman,” ujar Rifqil Akbar.
Menurutnya, pengenalan seni budaya kepada generasi muda perlu dilakukan melalui ruang-ruang diskusi yang memungkinkan mahasiswa memahami budaya secara lebih dekat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi penikmat seni, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Kajian Keteateran menjadi salah satu upaya UKM Rakyat Taresna untuk mendekatkan mahasiswa dengan seni dan budaya lokal. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda didorong untuk mengenal, memahami, dan turut menjaga keberadaan keteateran sebagai bagian dari kekayaan budaya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah untuk menghidupkan kembali ruang berkesenian di kalangan mahasiswa, sehingga seni dan budaya tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang di tengah generasi muda.
Pewarta : Rifqi Ubayan
Editor : Maulana Wildan