ANGKAT FALSAFAH MADURA, DOSEN INKADHA SUMENEP PRESENTASIKAN RISET DI THE 8TH AnCoMS 2026
SURABAYA – Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep, Madura, turut ambil bagian dalam The 8th Annual Conference for Muslim Scholars yang digelar di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, pada 3–4 November 2026. Dalam forum ilmiah tahunan tersebut, INKADHA mengirimkan delegasi untuk memaparkan hasil penelitian di hadapan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi.
Konferensi tahun ini mengusung tema "Preserving Local Wisdom, Strengthening Islamic Identity: Challenges and Opportunities for Moderate Muslim". Tema tersebut menyoroti peran kearifan lokal dalam meneguhkan identitas keislaman yang moderat di tengah dinamika zaman.
Delegasi INKADHA diwakili oleh Fawaid Zaini, M.Pd., dosen Program Studi Manajemen Pendidikan. Ia memaparkan penelitian berjudul "Internalising the Value of Bhuppa' Bhabhu' Ghuru Rato in Shaping the Moderate Character of Tarbiyah Students at Institut Kariman Wirayudha Sumenep". Riset ini mengkaji internalisasi falsafah Bhuppa' Bhabhu' Ghuru Rato, yakni ajaran Madura tentang penghormatan kepada orang tua, guru, dan pemimpin, dalam membentuk karakter moderat mahasiswa Fakultas Tarbiyah.
Fawaid dikenal sebagai akademisi sekaligus peneliti yang kini menjabat Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) INKADHA. Selain menulis di jurnal ilmiah, ia aktif menuangkan gagasan melalui artikel opini di media massa. Salah satunya, "Resolusi Jihad di Era Deepfake" yang dimuat Radar Madura (Jawa Pos), berisi ulasan kritis tentang tantangan moral di era digital.
ia mengaku senang dapat terlibat dalam forum tersebut. "Saya senang bisa berpartisipasi dalam acara yang luar biasa ini. Kami dipertemukan dengan para peneliti hebat sehingga bisa saling berbagi tentang isu-isu nasional dan internasional. Rasanya seperti reuni tahunan para peneliti nasional," ungkapnya.
Hasil penelitian tersebut akan dijadikan salah satu landasan bagi Fakultas Tarbiyah INKADHA dalam merancang kurikulum terintegrasi, sejalan dengan harapan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).
Dekan Fakultas Tarbiyah INKADHA, Dr. Amiruddin,M.Pd.I mengapresiasi penelitian tersebut. Menurutnya, temuan Fawaid membuka ruang bagi fakultas untuk mengembangkan kurikulum yang terintegrasi dengan kearifan lokal. "Diakui atau tidak, Fakultas Tarbiyah melahirkan calon pendidik yang harus memahami falsafah Madura, yang kini mulai dilupakan generasi muda," ujarnya.
Keikutsertaan dalam konferensi ini menegaskan komitmen INKADHA Sumenep untuk mengembangkan riset yang berakar pada kearifan lokal, sekaligus berkontribusi pada wacana Islam moderat di tingkat nasional maupun internasional.