INKADHA Sumenep Resmi Berangkatkan KKN Internasional 2026 ke Malaysia

Sumenep, 21 Mei 2026 – Sebanyak 12 mahasiswa peserta KKN Internasional 2026 bersama 3 pimpinan kampus resmi diberangkatkan dari halaman Institut Kariman Wirayudha Sumenep menuju Bandara Juanda Internasional, Surabaya.
Tepat pukul 07.30 WIB, rombongan berkumpul di kampus untuk persiapan keberangkatan. Sebelum berangkat, seluruh peserta dan pimpinan melakukan tawassulan di maqbaroh muassis Pesantren Al-Karimiyyah, dengan harapan doa dan barokah agar perjalanan KKN Internasional senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
Pada pukul 08.00 WIB, rombongan berangkat menggunakan armada yang telah disiapkan. Setelah menempuh perjalanan darat, rombongan tiba di Bandara Juanda Internasional pada pukul 15.30 WIB. Proses administrasi di bandara dan kantor imigrasi berjalan lancar. Tepat pukul 17.45 WIB, pesawat AirAsia QZ-326 lepas landas menuju Bandara Kuala Lumpur Internasional (KLIA).
Alhamdulillah, penerbangan berlangsung lancar bahkan tiba 20 menit lebih cepat dari estimasi, yakni pukul 21.00 waktu setempat. “Seluruh rombongan dalam kondisi sehat dan penuh semangat. Ini menjadi awal yang baik bagi program strategis kampus,” tutur Bayudha Luqman Al-Farisi, Wakil Rektor III yang turut mendampingi.
Setibanya di Kuala Lumpur, rombongan dijemput dengan 5 armada yang telah disiapkan oleh mitra kerja sama. Hadir pula penanggung jawab dari masing-masing Sanggar Bimbingan At-Tanzil yang akan menjadi lokasi pengabdian mahasiswa. Adapun sanggar yang menjadi tempat penugasan meliputi:
• At-Tanzil Serdang
• At-Tanzil Kampung Lindungan
• At-Tanzil Lembah Jaya
• At-Tanzil Maju Jaya
• At-Tanzil Kota Damansara

Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun 2026 Klik Di Sini

Pada hari yang sama, 12 peserta KKN Internasional langsung didistribusikan ke masing-masing sanggar untuk memulai adaptasi.
Rektor Institut Kariman Wirayudha Sumenep, Zainollah, M.Pd, menyampaikan rasa bahagia atas sambutan hangat dari mitra kerja sama. “Kami berharap mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus untuk memberi manfaat nyata di Sanggar Bimbingan At-Tanzil. Output dari kegiatan ini diharapkan berupa karya tulis yang dapat dipertanggungjawabkan dan disebarluaskan kepada publik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ustadz Abdussalam, Dewan Presidium At-Tanzil, menekankan pentingnya mahasiswa menggali pengalaman pengabdian sebanyak mungkin. “Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga, tidak hanya untuk pengabdian masyarakat, tetapi juga mendukung tugas akademik seperti penelitian,” tegasnya.