Pimpinan INKADHA Laksanakan Monitoring KKN Internasional 2026 di Malaysia

Selangor, 22 Mei 2026 – Pimpinan Institut Kariman Wirayudha Sumenep (INKADHA) melaksanakan kegiatan monitoring KKN Internasional 2026 di lima Sanggar Bimbingan At-Tanzil yang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa. Monitoring berlangsung selama dua hari, 21–22 Mei 2026, dengan tujuan memastikan kesiapan peserta, kelayakan lokasi, serta keamanan selama pelaksanaan program.
Pada hari pertama, rombongan pimpinan meninjau SB At-Tanzil Serdang, At-Tanzil Maju Jaya, dan At-Tanzil Lembah Jaya. Sementara pada hari kedua, monitoring dilanjutkan ke SB At-Tanzil Kota Damansara dan SB At-Tanzil Kampung Lindungan. Sebanyak 12 mahasiswa peserta KKN Internasional dibagi ke dalam 5 kelompok sesuai penempatan sanggar.
Dalam kegiatan ini, pimpinan kampus didampingi langsung oleh penanggung jawab At-Tanzil guna mempermudah akses ke lokasi. Kehadiran pimpinan disambut hangat oleh pihak At-Tanzil, yang turut memberikan arahan mengenai aturan dan tata tertib sanggar.
Rektor INKADHA, menegaskan pentingnya monitoring sebagai bentuk komitmen kampus terhadap keselamatan dan keberhasilan program. “Kami perlu melihat secara langsung kondisi lokasi mahasiswa berkegiatan, terutama aspek keamanan dan kelayakan. Alhamdulillah, setelah monitoring, kami pastikan seluruh lokasi penempatan sudah sesuai standar yang ditentukan,” ujarnya.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun 2026 Klik Di Sini

Sementara itu, Wakil Rektor III, Bayuda Luqman Al-Farisi menekankan perlunya proses adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan sosial Malaysia. “Meski satu rumpun dengan Indonesia, masyarakat Malaysia terdiri dari Melayu, India, dan Cina dengan karakter berbeda. Mahasiswa perlu memahami kondisi sosial ini agar pengabdian berjalan efektif dan aman,” jelasnya.
Ustadz Kholis, penanggung jawab At-Tanzil sekaligus alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan, menambahkan bahwa aturan di sanggar bimbingan selaras dengan tradisi pesantren, seperti batas waktu keluar, etika berpakaian, dan kedisiplinan.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa seluruh kelompok KKN Internasional telah mulai aktif melaksanakan kegiatan. Mahasiswa tidak hanya mendampingi anak-anak pekerja migran Indonesia dalam pembelajaran, tetapi juga terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian dan shalawatan.
Dengan monitoring ini, pimpinan kampus memastikan bahwa KKN Internasional 2026 berjalan sesuai rencana, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi komunitas PMI di Malaysia.