Tuntas Mengabdi di Negeri Jiran, Peserta KKNI Inkadha 2026 Dijemput Langsung oleh Rektor

Kuala Lumpur, 17 Juni 2026 — Rangkaian kegiatan KKN Internasional (KKNI) 2026 Institut Kariman Wirayudha (Inkadha) resmi berakhir. Para peserta KKN dijemput langsung oleh Rektor Inkadha, Zainollah, di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Selasa (17/6/2026).
Momen kepulangan ini berlangsung penuh kehangatan dan haru. Sebelum bertolak kembali ke Indonesia, para peserta KKN diantarkan oleh perwakilan keluarga besar SB At-Tanzil, Ustaz Ali Wafa, sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas dedikasi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Malaysia.
Selama pelaksanaan KKNI 2026, para mahasiswa telah melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan, keagamaan, kebudayaan, dan penguatan identitas kebangsaan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Rektor Institut Kariman Wirayudha, Zainollah, menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para peserta KKN yang telah membawa nama baik institusi di tingkat internasional.
“KKN Internasional bukan sekadar program akademik, tetapi juga wadah untuk belajar, mengabdi, dan membangun jejaring kemanusiaan lintas negara. Kami bangga atas kontribusi dan dedikasi seluruh peserta selama menjalankan pengabdian di Malaysia,” ujarnya.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun 2026 Klik Di Sini

Sementara itu, Ustaz Ali Wafa mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN yang telah menjadi bagian dari keluarga besar SB At-Tanzil.
“Terima kasih atas ilmu, perhatian, dan kebersamaan yang telah diberikan kepada anak-anak kami. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dan segala kebaikan yang telah ditanamkan menjadi amal jariyah,” tuturnya.
Maulana Wildan salah satu peserta KKN, mengaku momen kepulangan ini menjadi saat yang paling berat setelah menjalani pengabdian bersama para peserta didik dan keluarga besar SB At-Tanzil.
“Kami datang ke Malaysia untuk mengabdi, tetapi pulang dengan membawa keluarga baru. Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan selama berada di sini, mulai dari arti ketulusan, kebersamaan, hingga pentingnya menjaga identitas kebangsaan di negeri orang. Perpisahan ini terasa berat, namun kami percaya silaturahmi akan terus terjaga meskipun dipisahkan oleh jarak dan waktu,” ungkapnya.
Meski masa pengabdian telah usai, kenangan dan ikatan kekeluargaan yang terjalin selama KKN akan tetap hidup dalam hati para peserta maupun keluarga besar SB At-Tanzil.