Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana XV dan Magister VI, INKADHA Kukuhkan 110 Lulusan

INKADHA — Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep mengukuhkan 110 wisudawan dan wisudawati dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S1) ke-XV dan Magister (S2) ke-VI yang berlangsung di Graha Wicaksana Abdi Negara, Sabtu (7/11/2026).

Prosesi ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan akademik para lulusan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali pentingnya integrasi keilmuan, akhlak, dan nilai-nilai kepesantrenan dalam kehidupan bermasyarakat.

Prosesi wisuda tersebut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimiyyah, Dr. KH. Ahmad Busyro Karim, M.Si.; Rektor INKADHA, Zainollah, M.Pd.; Sekretaris Kopertais Wilayah IV Surabaya, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, M.Si.; Kepala BRIDA Kabupaten Sumenep, Sis Wahyudi Bintoro, S.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Sumenep; jajaran pimpinan kampus; dosen; tamu undangan; serta keluarga wisudawan. Sidang dipimpin oleh Ketua Senat INKADHA, Prof. Dr. H. Ahmad Mulyadi, M.Ag.

Dalam sambutannya, Rektor INKADHA, Zainollah, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan atas perjuangan dan ketekunan selama menempuh pendidikan. Ia menegaskan bahwa gelar akademik bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah keilmuan yang harus dipertanggungjawabkan melalui kontribusi nyata kepada masyarakat.

Rektor juga memaparkan sejumlah capaian institusi sepanjang 2026, mulai dari peningkatan publikasi ilmiah dosen pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, perolehan hibah penelitian Litabdimas Kementerian Agama, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dan magang internasional mahasiswa ke Malaysia.

Ia berpesan agar para lulusan terus mengembangkan kapasitas diri dan tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.

"Jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah berhenti bermimpi, dan jangan pernah berhenti berikhtiar. Keberhasilan sejati bukan hanya tentang menjadi orang yang sukses, tetapi tentang menjadi orang yang bermanfaat," pesannya.

Pesan mengenai tanggung jawab lulusan terhadap masyarakat juga disampaikan melalui sambutan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang dibacakan oleh Kepala BRIDA Kabupaten Sumenep, Sis Wahyudi Bintoro, S.Sos., M.Si.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menyampaikan kebanggaannya atas lahirnya lulusan baru INKADHA dan berharap mereka mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah dengan mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai luhur yang diperoleh selama menempuh pendidikan di lingkungan kampus berbasis pesantren.

"Para lulusan INKADHA diharapkan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Jadilah generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," demikian pesan Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Sementara itu, Sekretaris Kopertais Wilayah IV Surabaya, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, M.Si., mengingatkan pentingnya menempatkan adab sebagai landasan dalam menuntut dan mengamalkan ilmu. Melalui prinsip al-adabu fauqal 'ilmi, ia menegaskan bahwa pencapaian akademik harus berjalan beriringan dengan akhlak dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

"Ilmu pengetahuan harus senantiasa berjalan beriringan dengan adab. Sebab, setinggi apa pun pencapaian akademik seseorang, semuanya harus dilandasi akhlak yang baik. Prinsip al-adabu fauqal 'ilmi harus menjadi pegangan dalam menuntut ilmu maupun mengamalkannya di tengah masyarakat," pesannya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimiyyah, Dr. KH. Ahmad Busyro Karim, M.Si., dalam tausiahnya turut mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperdalam spiritualitas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kepesantrenan sebagai landasan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

"Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal untuk memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar dan teruslah meningkatkan kemampuan diri tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan, spiritualitas, serta akhlak dalam kehidupan," pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, INKADHA memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Mereka adalah Fitri Komariah, S.Pd. (Manajemen Pendidikan Islam); Muhammad Ali Mansur, S.Pd. (Pendidikan Bahasa Arab); Wildani, S.Pd. (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah); Safira Liza Afifah, S.Pd. (Pendidikan Islam Anak Usia Dini); Rosida, S.E. (Manajemen Bisnis Syariah); Mia Alvin Isnaini, S.Psi. (Psikologi Islam); serta Syarifatun Nora, M.Pd. (Magister Pendidikan Islam).

Adapun penghargaan Wisudawan Terbaik Institut berdasarkan akumulasi prestasi akademik dan nonakademik diraih oleh Bustam Raudi, S.Psi., dari Program Studi Psikologi Islam.

Rangkaian wisuda ditutup dengan pembacaan ikrar setia sarjana, doa bersama, serta penutupan Sidang Senat Terbuka oleh Ketua Senat INKADHA.

Melalui momentum ini, INKADHA menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak, spiritualitas, dan nilai-nilai kepesantrenan.

Para lulusan diharapkan mampu mengintegrasikan keilmuan dengan pengabdian serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

 

Penulis : Agil Munawar

Editor : Wildan